Prestasi Mahasiswa

PKM Unilak Lolos Pendanaan dari Kemendikbudristek

Penulis: Administrator • 2026-06-17 16:11:06 • 357 kali dibaca
Mode Kilat (AMP)
PKM Unilak Lolos Pendanaan dari Kemendikbudristek

PKM Unilak raih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2026 melalui inovasi teknologi untuk mendukung literasi siswa tunarungu.

Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Unilak yakni Habibi Ramadhan dan Ivan Jualiano Wowor berkolaborasi untuk meningkatkan kepedulian sosial yang diharapkan juga dapat berdampak pada masyarakat.

Melalui gagasan tersebut, keduanya berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kemendikbudristek tahun 2026. Sebelum lanjut, kamu tahu tidak.... 

PKM itu apa?

PKM merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuannya ialah mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi, penelitian, maupun solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. 

Program ini merupakan program yang dinantikan oleh ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun.

PKM yang baik seperti apa?

Proposal yang baik salah satunya adalah proposal pengembangan dan berisi ide kreatif mahasiswa dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta berpotensi memberikan manfaat nyata dalam dunia pendidikan. 

Lalu apa pengembangan yang dilakukan oleh Habibi & Ivan?

Inovasi dilakukan dengan menggabungkan teknologi Augmented Reality (AR) dan sistem pemantauan berbasis Cloud. Proyek tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan Sistem Pemantauan berbasis Cloud untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu. 

Tim yang diketuai Habibi ini mengusung proyek berjudul “Akselerasi Literasi Kognitif Siswa Tunarungu Melalui Ekosistem Realitas Tertambah dan Sistem Pemantauan Cloud Terintegrasi”. Keberhasilan 2 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Unilak ini menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kenapa mengangkat tema ini?

Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan, siswa tunarungu memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran karena keterbatasan dalam menerima informasi secara verbal.

Meskipun berbagai metode pembelajaran telah diterapkan, kebutuhan akan media belajar yang lebih interaktif dan mudah dipahami agar proses pembelajaran berjalan secara optimal dalam bentuk 3d models. Melalui inovasi yang dikembangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan sebuah ekosistem pembelajaran yang mampu mendukung peningkatan kemampuan literasi kognitif siswa tunarungu. Sistem tersebut dirancang agar siswa dapat memahami digital content dan materi pembelajaran dengan pendekatan visual yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional.

Dalam dunia pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi sebagai digital information untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh user experience yang lebih baik. Teknologi mampu menjembatani berbagai keterbatasan yang ada serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.

Sebelum itu, kamu tahu tidak....

Augmented Reality (AR) itu apa?

Teknologi AR memungkinkan objek virtual ditampilkan ke dunia nyata melalui perangkat digital, sehingga pengguna dapat melihat dan berinteraksi dengan materi pembelajaran yang lebih menarik. Materi yang sebelumnya hanya disajikan dalam bentuk teks atau gambar dua dimensi dapat diubah menjadi visualisasi tiga dimensi yang lebih mudah dipahami.

Peran projek ini terhadap guru dan orang tua?

Bagi siswa tunarungu, pendekatan visual memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar. Dengan bantuan teknologi AR, berbagai konsep pembelajaran dapat ditampilkan secara lebih konkret sehingga membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.

Selain itu, penggunaan teknologi interaktif juga dapat meningkatkan minat belajar dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Proyek ini juga berintegrasi pada sistem pemantauan berbasis cloud yang memungkinkan data pembelajaran tersimpan secara terpusat dan dapat diakses dengan mudah oleh guru ataupun orang tua.

Sistem ini dirancang untuk memantau perkembangan siswa secara berkelanjutan sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Melalui sistem berbasis cloud tersebut, guru dapat melihat perkembangan kemampuan siswa berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan. 

Data yang tersimpan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

Sementara itu orang tua juga dapat mengetahui perkembangan belajar anak secara lebih mudah tanpa harus menunggu laporan berkala dari sekolah.

Kenapa harus Augmented Reality (AR)?

Integrasi antara teknologi Augmented Reality dan sistem cloud menjadi keunggulan utama dari inovasi yang dikembangkan mahasiswa Unilak. Kedua teknologi tersebut saling melengkapi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya interaktif, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.

Pengembangan inovasi pendidikan seperti ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan inklusif di Indonesia. Pendidikan inklusif bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Oleh karena itu, kehadiran teknologi yang mampu mendukung proses pembelajaran menjadi sangat penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan inklusif yang sejalan dengan tujuan dari Universitas Lancang Kuning.

Apa tanggapan fakultas?

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Yogi Yunefri, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM tahun 2026. 

“Kami mengapresiasi capaian mahasiswa Fasilkom Unilak yang berhasil lolos PKM 2026. Ini membuktikan kolaborasi antara teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat” ujar Dekan Fasilkom di Pekanbaru.

Menurut beliau, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen fasilkom Unilak dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, fakultas terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang unggul dan juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai permasalahan sosial.

Dekan Fasilkom menilai bahwa keberhasilan mahasiswa pasti mengalami proses panjang yang telah dilalui mulai dari identifikasi masalah, penyusunan gagasan, perancangan solusi hingga penyusunan proposal yang kompetitif.

Seluruh proses menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan riset, inovasi dan problem solving yang dibutuhkan untuk masa depan mahasiswa.

Beliau turut berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat terus disempurnakan sehingga memberikan manfaat lebih luas di bidang pendidikan inklusif. Teknologi yang dikembangkan mahasiswa memiliki potensi yang melayani tidak hanya siswa tapi juga bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.

Apresiasi juga tidak ketinggalan diberikan kepada dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa dalam proses penyusunan hingga pengajuan proposal PKM.

Peran dosen dinilai sangat penting dalam memberikan arahan dan masukan sehingga ide yang dikembangkan dapat disusun menjadi proposal yang ready dan memiliki nilai inovasi yang kuat.

“Peluang pendanaan seperti ini harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan riset yang berkualitas,” katanya.


Harapan untuk mahasiswa ?

Selain itu, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti program pendanaan dan pengembangan riset dari pemerintah. Kesempatan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, pengalaman penelitian serta memperluas dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat.

Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, mahasiswa Unilak berupaya menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan pendidikan inklusif di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa berkebutuhan khusus sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif.

Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Lancang Kuning dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Dukungan dari berbagai pihak yang telah berkembang diharapkan dapat terus menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif dan berkelanjutan di masa depan.