Berita & Informasi UNILAK
Perkembangan terbaru kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, riset, dan prestasi mahasiswa Universitas Lancang Kuning.
Mahasiswa
Wakil Rektor I Unilak Assoc Pro Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP, Wabup Rohul Beri Kuliah Umum
Unilak Riau - Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) menyambut 90 mahasiswa penerima Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 melalui kegiatan Penyambutan dan Kuliah Umum di Kampus Unilak, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Emas Sawit Indonesia: Kebijakan, Manajemen, dan Pengembangan SDM untuk Sawit Berkelanjutan”.Hadir Wakil Rektor I Unilak Dr. Zamzami M.Kom, Dekan Fakultas Pertanian Unilak Dr. Amalia, S.P., M.M., Wakil Bupati Rokan Hulu H. Safaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan jajaran APKASINDO.Dekan Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Amalia, mengatakan jumlah mahasiswa penerima beasiswa BPDP di Unilak meningkat dari 60 mahasiswa pada 2025 menjadi 90 mahasiswa pada 2026. “Tahun 2026 ini kita dipercaya menerima 90 mahasiswa penerima beasiswa BPDP,” kata Amalia.Sebanyak 90 mahasiswa tersebut terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Agribisnis, 30 mahasiswa Agroteknologi, dan 30 mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian. Mereka berasal dari enam provinsi, yakni Riau sebanyak 66 mahasiswa, Sumatera Utara 10 mahasiswa, Sumatera Barat tujuh mahasiswa, Jambi empat mahasiswa, Kalimantan Barat dua mahasiswa, dan Papua satu mahasiswa.Dari total penerima beasiswa tersebut, 39 mahasiswa merupakan laki-laki dan 51 mahasiswa perempuan. Amalia mengatakan keberagaman asal daerah mahasiswa menjadi modal dalam membangun lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang perkebunan sawit.Menurut dia, mahasiswa penerima beasiswa BPDP memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya berasal dari keluarga pekebun sawit. Mereka diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali berkontribusi terhadap pembangunan sektor perkebunan.“Mahasiswa BPDP sesungguhnya kita sedang berbicara tentang anak-anak petani sawit yang nantinya akan kembali menjadi bagian dari pembangunan industri sawit itu sendiri,” ujarnya.Sementara itu Wakil Rektor I Unilak Assoc Proesor Dr Zamzami dalam pesannya mengatakan Selamat datang 90 mahasiswa terbaik penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP Tahun 2026 di Universitas Lancang Kuning.Tahun ini Unilak mendapat kepercayaan besar. Tahun lalu 60 mahasiswa, tahun ini naik menjadi 90 mahasiswa dari 6 provinsi, 66 diantaranya putra-putri terbaik Riau. Ini adalah bukti bahwa Unilak dipercaya negara untuk mencetak Generasi Emas Sawit Indonesia.Adik-adik sekalian, kalian bukan mahasiswa biasa. Kalian adalah anak-anak pekebun, kalian adalah masa depan sawit berkelanjutan. Sawit ini adalah komoditas strategis nasional, penopang ekonomi Riau dan Indonesia. Maka kuliah di Agribisnis, Agroteknologi dan THP ini harus sungguh-sungguh.Fakultas Pertanian Unilak telah menyiapkan rangkaian kegiatan TUNAS 2026 atau Temu Orientasi Universitas dan Adaptasi Mahasiswa sebelum mahasiswa memasuki perkuliahan. Rangkaian tersebut meliputi penerimaan mahasiswa, adaptasi lingkungan kampus dan asrama, pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter, hingga persiapan akademik.Sebanyak 90 mahasiswa Unilak juga mengikuti pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter selama lima hari empat malam di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Salo, Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut diikuti 715 mahasiswa penerima beasiswa BPDP dari lima perguruan tinggi penyelenggara.Setelah kegiatan penyambutan, mahasiswa akan mengikuti matrikulasi pada 6 Oktober, kegiatan mahasiswa baru Unilak pada 7-8 Oktober, outbound pada 10 Oktober, dan kuliah perdana pada 12 Oktober 2026.Amalia menegaskan Fakultas Pertanian Unilak menargetkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan. “Ibu minta komitmen kalian, 90 orang masuk, 90 harus jadi sarjana,” tegasnya.Ia juga meminta mahasiswa menjaga integritas dan memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mengembangkan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi, digitalisasi, bahasa, manajemen dan kewirausahaan.Fakultas Pertanian Unilak, kata Amalia, juga menyiapkan program pengembangan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin serta kegiatan kepemimpinan dan kewirausahaan bagi mahasiswa penerima beasiswa.Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung mengatakan mahasiswa penerima beasiswa BPDP harus memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk memahami persoalan industri sawit secara lebih luas. Ia meminta mahasiswa tidak minder karena berasal dari keluarga petani sawit. Menurut Dr. Gulat, latar belakang tersebut justru menjadi modal untuk memahami persoalan perkebunan dari tingkat petani.“Anak petani sawit jangan berkecil hati. Anak petani sawit setara,” kata Dr. Gulat.Dr. Gulat mencontohkan sejumlah pengurus muda APKASINDO yang berasal dari keluarga petani sawit dan kini telah menempuh pendidikan tinggi serta terlibat dalam kegiatan organisasi hingga tingkat internasional. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran di sektor sawit, baik melalui penelitian, organisasi, dunia usaha maupun pemerintahan.
Unilak
Fakultas Teknik UNIKS dan Fasilkom UNILAK Perkuat Kolaborasi Akademik
Unilak Riau - Pekanbaru - Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (UNILAK), Selasa (6/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi akademik antara kedua perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan keilmuan teknologi informasi.Pertemuan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Komputer UNILAK tersebut sekaligus menjadi agenda persiapan pelaksanaan Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara UNIKS dan UNILAK. Selain itu, pertemuan juga membahas rencana implementasi kerja sama melalui kegiatan Kuliah Umum Fakultas Teknik yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026 mendatang.Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal terkait rencana, mekanisme, serta teknis pelaksanaan kerja sama. Pembahasan diarahkan pada penguatan hubungan kelembagaan dalam bidang pendidikan, akademik, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta pengembangan kegiatan keilmuan, khususnya pada bidang Teknik Informatika dan teknologi informasi.Dari pihak Universitas Lancang Kuning, kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Dr. Yogi Yunefri, M.Kom., MTA., MCE, Wakil Dekan I Afriansyah, M.Kom., MTA, Ketua Program Studi Sistem Informasi Febrizal Alfarasy Syam, M.Kom., MTA, Ketua Program Studi Bisnis Digital Muammar Revnu Ohara, M.Ikom, serta Ketua Program Studi Teknik Informatika Dr. Yogi Ersan Fadrial, M.Kom., MTA.Sementara itu, dari Universitas Islam Kuantan Singingi hadir Dekan Fakultas Teknik Agus Candra, ST., M.Si, Ketua Program Studi Teknik Informatika Helpi Nopriandi, S.Kom., M.Kom, serta dosen Program Studi Teknik Informatika Elgamar, Ph.D dan Febri Haswan, S.Kom., M.Kom.Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan implementasi kerja sama yang lebih konkret antara UNIKS dan UNILAK. Melalui MoA dan IA yang akan disusun dan dilaksanakan, kedua institusi diharapkan dapat membangun program kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.Kerja sama tersebut juga diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai bentuk kegiatan akademik dan keilmuan, seperti kuliah umum, pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi mahasiswa, kolaborasi dosen, serta kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang teknologi informasi.Sinergi antara UNIKS dan UNILAK menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan.Dengan adanya kerja sama ini, UNIKS dan UNILAK diharapkan dapat terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di bidang teknologi informasi.
Mahasiswa
2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas & Beasiswa Sawit
Unilak Riau - PEKANBARU - Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan dibuka langsung Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS di lapangan bola Unilak, Rumbai, Rabu (8/10/2026) di PKKMB Unilak 2026 tahun ini menjadi sorotan karena Unilak kembali menegaskan diri sebagai kampus inklusif dengan menerima mahasiswa disabilitas. Selain itu, Unilak juga menerima 90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDPKS tahun 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Erisman Yahya MH memberikan apresiasi. Menurut Erisman, Unilak telah menjadi contoh kampus swasta yang berperan besar dalam pembangunan SDM di Riau.Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah memilih Universitas Lancang Kuning sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan dan menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi.Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa mengingat tujuan utama berada di perguruan tinggi, yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan.“Mahasiswa semua berangkat dari rumah dengan niat untuk menuntut ilmu. Jangan sampai waktu selama kuliah justru banyak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Banyak pengaruh dari lingkungan maupun perteman” pesannya.Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membekali diri dengan keterampilan atau skill sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.Setiap tahunnya Pemprov Riau berkomitmen menyiapkan beasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pada tahun ini Pemprov Riau juga memberikan dukungan melalui program Beasiswa Sawit.“Alhamdulillah, sekitar 90 mahasiswa di Universitas Lancang Kuning mendapatkan Beasiswa Sawit. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini semakin memberikan semangat kepada semua untuk terus belajar"Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh mendorong pendidikan tinggi. 2.900 mahasiswa baru Unilak hari ini adalah aset daerah Bumi Lancang Kuning yang harus kita jaga dan dukung bersama," tegas Erisman Yahya.Sementara itu Rektor Unilak Prof Junaidi menyampaikan kebanggaan atas bergabungnya mahasiswa baru tahun ini. Menurutnya, Unilak kini tidak hanya menjadi kampus hijau dan kampus budaya, tetapi juga kampus bersahabat (green, multikultural, friendly) yang inklusif dan ramah disabilitas. Di hadapan ribuan mahasiswa baru Prof Junaidi juga memperkenalkan jajaran pimpinan Universitas yang hadir Wakil Rektor I Assoc Prof Dr Zamzami, Wakil Rektor II Assoc Prof Dr Jeni Wardi, Wakil Rektor III Dr Hardi serta seluruh pimpinan fakultas. "Unilak memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk sahabat-sahabat disabilitas," ujar Prof Junaidi.Di kesempatan itu Rektor berdialog dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan memperkenalkan seluruh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Pelaksanaan PKKMB berlangsung dengan riang gembira, mahasiswa baru tampak senang dan menikmati kegiatan yang berlangsung tiga hari 7-9 Oktober 2026.Kegiatan diisi dengan kegiatan positif, diantaranya gerakan anti narkoba, literasi anti perundungan, kegiatan pencegahan kekerasan seksual, dan literasi keuangan dari bank Indonesia. Tahun ini Unilak kembali menerima mahasiswa disabilitas melalui jalur istimewa. Sejak 2022, Unilak konsisten membuka akses bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas (PLPD), pendamping bahasa isyarat, serta Prodi Pendidikan Khusus.Mahasiswa baru tahun ini sangat beragam, berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jawa, NTT, hingga Papua."Unilak adalah kampus hijau, kampus budaya, dan kampus bersahabat yang inklusif. Kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa, termasuk sahabat disabilitas," kata Prof Junaidi.Sementara Presiden Mahasiswa Unilak Desman Anugrah Natahulu menyambut hangat keluarga baru tersebut. "Kami mengucapkan selamat datang kepada adik adik mahasiswa baru, terimakasih atas dukungan Rektor, Polda Riau, BNN kota Pekanbaru dan para Mitra yang bergabung dalam mensukseskan pkkmb Unilak 2026.Sementara itu Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Dr Wawan SH MH menyampaikan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan.Karena itu, upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga harus diperkuat dengan edukasi dan kepedulian bersama.“Mahasiswa harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu, pergaulan maupun bujuk rayu justru menghancurkan masa depan,” Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.Menurutnya, lingkungan yang sehat dan kepedulian antarsesama menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman narkotika.
Unilak
Unilak Jalin Kerja Sama Dengan Kadin Riau
Unilak Riau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Riau resmi menggelar Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Tahun 2026 pada Kamis, 24 September 2026 lalu.Agenda krusial yang berlangsung di Grand Sultan Ballroom - Grand Elite Hotel Pekanbaru ini diselenggarakan sekaligus bersempena dengan peringatan Hari Jadi Kadin Indonesia yang ke-58 (28/9). Mengusung visi besar "Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia", Rapimprov kali ini menjadi wadah konsolidasi penting bagi dunia usaha di Bumi Lancang Kuning. Pertemuan strategis ini difokuskan untuk merumuskan langkah nyata guna mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah agar naik kelas, serta menyelaraskan program kerja daerah dengan target pertumbuhan ekonomi nasional.Dalam Musprov tersebut, Kadin menjalin kerjasama dengan Universitas Lancang Kuning dalam rangka peningkatan Tri Darma Perguruan Tinggi. Kerja sama meliputi bidang peningkatan kompetensi mahasiswa, kuliah bersama, praktisi mengajar, magang magasiswa dan lain - lain.Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, dengan Ketua Kadin Riau Provinsi Riau, Masuri, turut dilakukan MoA oleh Dr Amalia dekan faperta Unilak, Dr Zainuri Dekan fakutlas Teknik Unilak dengan Kadin Riau.Dr Hardi SE MM menyampaikan apresiasi kepada Kadin Riau yang memiliki misi yang sama dengan Unilak bagaimana untuk meningkatkan jumlah pengusaha, meningkatkan kompetensi masyarakat, membantu UMKM, untuk bersinergi memajukan perekonian Riau. Tentu dari MoU ini harus disegerakan langkah kongkit pelaksanaan kerjasama. Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Provinsi Riau, Masuri, menyampaikan bahwa momentum Rapimprov tahun ini merupakan tindak lanjut komitmen sinergi antara dunia usaha dan pemerintah guna mewujudkan cita-cita Indonesia Incorporated. Selain itu, dalam rangkaian agenda ini Kadin Riau juga menegaskan kesiapannya untuk meluncurkan Kadin Institute, sebuah program strategis yang dirancang khusus untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pengusaha lokal yang kompeten dan berkualitas tinggi."Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Riau berjalan inklusif. Melalui penguatan ekonomi kerakyatan, Kadin Riau berkomitmen mendampingi para pelaku UMKM agar tidak hanya menjadi penonton, melainkan mampu menembus pasar global, salah satunya lewat percepatan program gerakan nasional 'We Buy From Indonesia'," ujar Masuri dalam keterangannya.
Prestasi Mahasiswa
Keren! Produk Tas Dari Limbah Tutup Botol Mahasiswa Unilak Curi Perhatian di KMI Expo 2026 Purwokerto
Unilak Riau - PURWOKERTO – Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan taringnya di ajang kewirausahaan tingkat nasional. Pada gelaran Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 29 September - 1 Oktober 2026, Unilak hadir dengan produk inovatif ramah lingkungan yang mencuri perhatian pengunjung.Tim Unilak yang lolos ke KMI Expo 2026 ini dibimbing oleh dosen pendamping Assoc Prof Dodi Sukma dan Kepala P2K2 Unilak Arini, M.Si. Mereka membawa produk hasil kreativitas mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak dengan brand daur ulang limbah plastik, berupa gantungan kunci, tas, tempat tisu, hingga berbagai cinderamata dan pernak-pernik lainnya.Dosen pendamping Unilak Dodi Sukma menjelaskan, semua produk yang ditampilkan di KMI Expo 2026 ini 100% berbahan baku limbah tutup botol plastik yang diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi ini tidak hanya bernilai bisnis, tapi juga membawa misi edukasi peduli lingkungan dan pengurangan sampah plastik di Riau."Semua bahan baku dari limbah tutup botol plastik yang diubah menjadi tas, gantungan kunci, tempat tisu dan cinderamata. Alhamdulillah animo pengunjung luar biasa, jumlah pengunjung yang datang ke stand Unilak hampir 100 pengunjung setiap harinya," ujar Dodi.Kemeriahan stand Unilak semakin terasa ketika juri KMI Expo XVII dan Coach Wisnu dari pendamping nasional P2MW turut singgah ke stand Kehutanan Unilak. Selain itu, sejumlah dosen dari berbagai universitas di Indonesia juga mampir untuk melihat langsung proses pembuatan dan keunikan produk daur ulang tersebut.Adapun mahasiswa Unilak yang mengikuti KMI Expo tingkat nasional di Purwokerto ini merupakan tim dari Fakultas Kehutanan dan Sains yang lolos seleksi Kemdiktisaintek, yaituTim mahasiswa yang ikut tampil yaitu Juwita Putri Mawarni sebagai Ketua Kelompok. Anggota lainnya adalah Neneng Sutilawati, Evelyn Joice Angelica Hasibuan, dan Bunga Intan Indah P. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata komitmen Unilak dalam membangun jiwa entrepreneurship mahasiswa sejak dini agar mandiri dan mampu membuka usaha berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.KMI Expo XVII 2026 resmi dibuka pada Selasa, 29 September 2026. Acara pembukaan bertempat di Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah. Acara ini mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”.Sebanyak 395 kelompok usaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ikut unjuk karya dalam pameran produk.
Dosen
Rektor Unilak Prof Junaidi Serahkan Beasiswa Cendikia, Dosen Sisihkan Gaji Untuk Bantu SPP Mahasiswa
PEKANBARU – Kepedulian dosen terhadap mahasiswa kembali ditunjukkan Universitas Lancang Kuning (Unilak). Tahun ini, Unilak menyalurkan Beasiswa Cendikia kepada 36 mahasiswa dari berbagai fakultas, yang merupakan mahasiswa berprestasi akademik. Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Rektor Unilak Prof. Dr. Junaidi, S.S. Senin, 28 September lalu. Beasiswa Cendikia ini merupakan program rutin Unilak yang bersumber dari dana sertifikasi dosen (Serdos) yang disisihkan oleh para dosen. Dari hasil verifikasi sebanyak 89 dosen menyisihkan gaji untuk diberikan dana bantuan ke mahasiswa yang dinilai layak menerima bantuan, baik kategori prestasi akademik maupun kurang mampu, dengan dilakukan seleksi oleh Wakil Dekan III di setiap fakultas.Rektor Unilak Prof. Junaidi dalam sambutannya menyampaikan bahwa beasiswa ini adalah bukti nyata kasih sayang dan kepedulian dosen kepada mahasiswa. "Ini adalah kolaborasi dosen dengan mahasiswa Unilak. Ini bukti kasih dosen ke mahasiswa, yang ingin mahasiswanya cepat meraih wisuda. Ini pesan bahwa dosen peduli kepada mahasiswa, dan mahasiswa juga peduli kepada dosen dan fakultas," ujar Prof Junaidi.Prof. Junaidi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen Unilak yang telah konsisten menyisihkan sebagian pendapatannya untuk beasiswa ini. Ia bersyukur jumlah penerima beasiswa Cendikia tahun ini tidak berkurang, bahkan bantuan terus ditambahkan, menunjukkan komitmen Unilak dalam membantu meringankan beban mahasiswa."Terima kasih kepada pengurus pengelola beasiswa Serdos. Perlu juga ditawarkan kepada dosen penerima Serdos yang baru untuk ikut bergabung. Ini adalah bentuk kepedulian kita dalam penyelenggaraan pendidikan, di mana para dosen Unilak menyisihkan pendapatan untuk mahasiswa," tambahnya.Menurut Rektor, bantuan ini diharapkan dapat meringankan biaya SPP dan kebutuhan kuliah mahasiswa. Ia berharap bantuan yang tidak besar secara nominal ini dapat disyukuri dan benar-benar dimanfaatkan untuk fokus menyelesaikan studi.Sementara itu pengurus beasiswa cendikia dosen Unilak yang hadir saat itu Dr Dian Rianita bersama dengan Dr Ahmad Zamburi berpesan kepada seluruh penerima Beasiswa Cendikia untuk lebih tekun belajar dan segera menyelesaikan studi tepat waktu. Kami juga mendorong dosen Unilak yang baru lolos serdos untuk dapat bergabung dan ikut menyisihkan bantuan beasiswa agar semakin banyak mahasiswa Unilak yang terbantu. "Terimakasih kepada Rektor yang setiap penyerahan beasiswa selalu menambah bantuan. Untuk mahasiswa penerima agar segera selesaikan studi. Tekun belajar," Ujarnya yang didampingi Dr Ahmad Zamburi.
Dosen
Assoc Prof Dr Dodi Sukma Resmi Dilantik Sebagai Dekan Fahutsains Unilak
Unilak Riau - PEKANBARU – Jajaran pimpinan baru di lingkungan Universitas Lancang Kuning (Unilak) resmi dikukuhkan. Dekan Fakultas Kehutanan dan Sains (Fahutsains) Unilak beserta tiga Wakil Dekan periode 2026-2030 dilantik langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Drs. Zaini Ismail, M.Si, dalam sebuah prosesi resmi yang digelar Senin, 28 September 2026 gedung Rektorat Unilak.Adapun Dekan Fahutsains Unilak yang dilantik adalah Assoc Prof Dr. Dodi Sukma S. Hut. M.Si, Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan penguatan fakultas yang selama ini menjadi salah satu unggulan Unilak di bidang kehutanan, lingkungan, dan sains.Selain Dekan, Ketua Yayasan juga melantik tiga Wakil Dekan yang akan mendampingi dekan dalam menjalankan roda organisasi fakultas. Ketiganya adalah Wakil Dekan I Bidang Akademik Dr. Sri Rahayu Prasetya Ningsih, S.Hut., M.P., Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum Sri Wahyuni, S.Si., M.Si., dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Dr. Marta Dinata, M. Si. Pelantikan dihadiri dan disaksikan oleh Pengawas Yayasan Jhoni Irwan, Sekretaris Yayasan Mohd Hasbi, SE, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi, Wakil Rektor, Dekan se lingkungan Unilak. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji Drs. Zaini Ismail menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap di bawah kepemimpinan Dr. Dodi Sukma dan jajaran wakil dekan yang baru, Fahutsains Unilak dapat semakin maju dan berdaya saing di nasional dan internasional. Zaini juga mengucapkan terimakasih kepada dekan sebelumnya (Dr Eno Suwarno) yang telah berkontribusi bagi fakultas. Dalam sambutannya Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan kolaborasi. Menurutnya, kombinasi ilmu kehutanan dan sains saat ini sudah menjadi keharusan, sehingga Fahutsains harus mampu menjadi fakultas yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Fahutsains harus berani keluar dan membangun jejaring yang lebih luas, tidak hanya fokus pada kegiatan akademik di dalam kampus."Fakultas Kehutanan dan Sains ini harus berani membangun kerja sama dengan dunia industri, pemerintah, lembaga profesi hingga dunia internasional," tegas Drs. Zaini Ismail.Menurutnya, kerja sama yang dibangun tidak boleh seremonial belaka, melainkan harus produktif dan berdampak langsung bagi mahasiswa dan lulusan. Kerja sama tersebut harus mampu menghasilkan beasiswa bagi mahasiswa, membuka program magang yang berkualitas, hingga memperkuat kompetensi lulusan agar siap bersaing di dunia kerja."Kerja sama yang menghasilkan beasiswa, yang menghasilkan program magang. Kerja sama yang memperkuat kompetensi lulusan, yang pada akhirnya memperkuat reputasi Universitas Lancang Kuning," ujar Zaini Ismail dalam pesannya. Sementara itu pesan Rektor Unilak Prof Junaidi, mendorong supaya prodi kehutanan unggul. Prodi lainnya perlu kita majukan. Dengan jaringan pak Dodi yang dimiliki saya yakin kehutanan akan maju, majukan seluruh prodi di kehutanan, tiap prodi punya potensi. Saya juga telah bersurat Ke Kemenemtrian untuk memberikan beasiswa bagi anak anak suku terasing Anak Rawa di Siak untuk mendapat beasiswa di Prodi kehutanan. Sementara itu, Dekan Fahutsains Unilak Dr. Dodi Sukma usai pelantikan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Yayasan dan Rektor Unilak. Ia berkomitmen akan membawa Fahutsains lebih unggul dengan semangat kebersamaan."Mudah-mudahan dengan dukungan dari pimpinan Yayasan, Universitas dan rekan-rekan dosen serta tenaga kependidikan di Fahutsains, kita dapat makin membesarkan rumah kita ini. Untuk itu kita perlu kekompakan, harmonis dan saling mendukung serta kerja sama," ujar Dr. Dodi. Dengan dilantiknya dekan dan wakil dekan baru ini, Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak diharapkan dapat meningkatkan capaian Tri Dharma perguruan tinggi, mulai dari peningkatan publikasi riset, pengembangan Taman Kehati Hutan Rawa Sumatera, hingga prestasi mahasiswa di tingkat nasional dan internasional.
Prestasi Dosen
Pesta Gol 10-0! Tim Bola Dosen Unilak Bantai Kemdikdasmen di Piala Rektor Cup UNRI 2026
UNILAK PEKANBARU – Tim sepak bola dosen karyawan Universitas Lancang Kuning ( Dokar Unilak) tampil menggila dan meraih kemenangan besar dengan skor fantastis 10-0 atas tim Kemdikdasmen. Laga tersebut berlangsung di Lapangan Bola Stadion Universitas Riau (UNRI) dalam rangka kompetisi Piala Rektor Cup UNRI 2026 memperingati Milad UNRI. Minggu 27 September 2026.Kemenangan telak ini semakin spesial karena tim dosen Unilak ikut bermain Wakil Rektor III Unilak, Dr. Hardi, SE. yang berposisi sebagai striker, sebagai kapten tim Dr Susandri, Pelatih kepala Didik, dan manager tim Dr Adi Rahmat. Permainan Dokar Unilak tampil sangat solid, kompak, dan dominan sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan. Serangan tim kemdikdasmen berkali kali berhasil di patahkan pemain belakang Dokar Unilak. Pesta gol Unilak dibuka cepat oleh Iga yang mencetak gol di menit ke-5. Iga yang tampil sangat tajam berhasil mencetak hattrick di babak pertama pada menit ke-5, 15, dan 25. Gol-gol lainnya disusul oleh Nandes di menit ke-7, Andi menit ke-30, dan Pak Nur menit ke-35, membuat skor babak pertama sudah 6-0 untuk keunggulan Unilak.Memasuki babak kedua, dominasi Unilak tidak mengendur. Sang kapten Dr. Hardi ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat golnya di menit ke-60 yang disambut riuh rekan-rekan dosen. Kemenangan semakin lengkap setelah Pak Yoyok menambah gol di menit ke-65 dan Rizki yang tampil super sub mencetak brace di menit ke-70 dan 78, sekaligus mengunci kemenangan 10-0 untuk Unilak.Dr. Hardi usai pertandingan mengaku bersyukur atas kemenangan besar ini. Menurutnya, kemenangan ini adalah buah dari kekompakan dan silaturahmi antar dosen. "Alhamdulillah menang besar. Ini bukan soal skor, tapi kebersamaan dosen Unilak di ajang Milad UNRI, dan juga untuk kebugaran tubuh. Kami datang untuk silaturahmi dan menjaga sportivitas. Setiap tahunnya Unilak ikut ambil bagian dalam kompetisi ini. Terima kasih untuk UNRI yang telah mengundang kami di Piala Rektor Cup 2026 ini," ujar Dr. Hardi.Dengan hasil kemenangan telak 10-0 ini, tim sepak bola dosen Unilak untuk sementara berada di puncak grup, dan akan bertanding selanjutnya melawan tuan rumah Unri A. Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa dosen Unilak tidak hanya unggul di bidang akademik dan Tri Dharma, tetapi juga memiliki jiwa sportivitas dan kekompakan yang tinggi di lapangan hijau.
Prestasi Mahasiswa
Keren! Limbah Sabut Kelapa di Inhil Disulap Jadi CocoGuard untuk Cegah Abrasi Sungai di Reteh
Unilak Riau - INDRAGIRI HILIR - Kabupaten Indragiri Hilir yang dikenal sebagai kawasan "Hamparan Kelapa Dunia" ternyata menyimpan inovasi lingkungan yang luar biasa. Dari produksi kelapa rakyat yang mencapai 310.706 ton pada tahun 2024, limbah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan optimal kini disulap menjadi solusi penyelamat lingkungan melalui proyek sosial bernama "CocoGuard_Ideation: Inovasi Limbah Sabut Kelapa Mitigasi Abrasi".Inovasi ini lahir dari kegelisahan akan persoalan abrasi dan longsor tebing sungai yang terus terjadi. Kondisi ini bahkan makin nyata, di mana pada Juni 2026 lalu Pemerintah Provinsi Riau melaporkan longsor di Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, yang mengakibatkan 14 rumah terdampak dan empat rumah terseret ke sungai. Fakta ini menunjukkan abrasi bukan hanya ancaman, tapi persoalan nyata yang butuh mitigasi segera.Berangkat dari kondisi tersebut, Putri Louisa, Fariusman serta Nurul Adi Aidi dari mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Sains Universitas Lancang Kuning dan masyarakat menggagas proyek percontohan di Desa Sanglar dan Desa Pulau Kecil, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan dosen pembimbing Assoce Profesor Dr Dodi Sukma. Proyek ini akhirnya lolos pada program Pertamina Foundation PFmuda 2026 yang diumumkan pada awal September 2026 bersama dengan para mahasiswa dari berbagai kampus top di Indonesia. Menurut Assoce Profesor Dr Dodi Sukma, lokasi ini dipilih karena memiliki dua potensi sekaligus: melimpahnya limbah sabut kelapa dan tingginya risiko pengikisan tanah di tepian sungai yang dataran rendah dan dipengaruhi aliran sungai.Cara kerja CocoGuard cukup cerdas dan ramah lingkungan. Sabut kelapa yang memiliki karakter kuat dan alami akan dikumpulkan dan diolah menjadi media berbasis serat alami bernama CocoGuard. Media ini kemudian dipasang di tebing sungai yang rawan abrasi sebagai pelindung awal permukaan tanah dari pengikisan. Penelitian Asha'ari et al. (2021) pun membuktikan, material berbasis kelapa dapat membantu mengurangi kehilangan tanah dibanding permukaan tanpa perlindungan. Ujar Dr Dodi. Sementara itu ketua tim Putri Louisa mengatakan, yang membuat proyek ini istimewa, CocoGuard tidak hanya berorientasi teknologi, tapi juga pemberdayaan. Masyarakat dan kelompok pengolah sabut kelapa akan dilibatkan penuh mulai dari pengumpulan limbah, pengolahan sabut, pembuatan media, pemasangan di tebing sungai, penanaman vegetasi penguat tanah, hingga pemantauan. Pendekatan ini menggabungkan sabut kelapa sebagai pelindung jangka pendek dan vegetasi sebagai penguat jangka panjang.Manfaatnya pun berlapis. Secara lingkungan, mampu mengurangi abrasi secara alami. Secara sosial, meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana. Secara ekonomi, limbah yang tak bernilai kini memiliki nilai guna dan berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi yang membuka sumber pendapatan tambahan bagi kelompok pengolah sabut kelapa, sebut Putri. Melalui konsep "dari limbah menjadi pelindung lingkungan", hamparan kelapa Inhil tidak hanya dipandang sebagai sumber komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber material lokal untuk menjawab permasalahan lingkungan. Jika berhasil, model CocoGuard di Desa Pulau Kecil ini akan menjadi percontohan yang dapat dievaluasi dan direplikasi di titik rawan abrasi lainnya di Desa Sanglar maupun seluruh wilayah tepian sungai di Kabupaten Indragiri Hilir."kami merasa senang atas lolos program Pertamina Foundation 2026. Tentu kami (mahasiswa) ingin berkontribusi bagi kemajuan daerah". Ujar Putri.
Wakil Rektor I Unilak Assoc Pro Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP, Wabup Rohul Beri Kuliah Umum
Admin Humas Unilak • 2026-10-09
Fakultas Teknik UNIKS dan Fasilkom UNILAK Perkuat Kolaborasi Akademik
Admin Humas Unilak • 2026-10-09
2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas & Beasiswa Sawit
Admin Humas Unilak • 2026-10-08