Mahasiswa
Menampilkan publikasi dan artikel dalam kategori Mahasiswa.
Mahasiswa
Wakil Rektor I Unilak Assoc Pro Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP, Wabup Rohul Beri Kuliah Umum
Unilak Riau - Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) menyambut 90 mahasiswa penerima Beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Tahun 2026 melalui kegiatan Penyambutan dan Kuliah Umum di Kampus Unilak, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Generasi Emas Sawit Indonesia: Kebijakan, Manajemen, dan Pengembangan SDM untuk Sawit Berkelanjutan”.Hadir Wakil Rektor I Unilak Dr. Zamzami M.Kom, Dekan Fakultas Pertanian Unilak Dr. Amalia, S.P., M.M., Wakil Bupati Rokan Hulu H. Safaruddin Poti, S.H., M.M., Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan jajaran APKASINDO.Dekan Fakultas Pertanian Unilak, Dr. Amalia, mengatakan jumlah mahasiswa penerima beasiswa BPDP di Unilak meningkat dari 60 mahasiswa pada 2025 menjadi 90 mahasiswa pada 2026. “Tahun 2026 ini kita dipercaya menerima 90 mahasiswa penerima beasiswa BPDP,” kata Amalia.Sebanyak 90 mahasiswa tersebut terdiri atas 30 mahasiswa Program Studi Agribisnis, 30 mahasiswa Agroteknologi, dan 30 mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian. Mereka berasal dari enam provinsi, yakni Riau sebanyak 66 mahasiswa, Sumatera Utara 10 mahasiswa, Sumatera Barat tujuh mahasiswa, Jambi empat mahasiswa, Kalimantan Barat dua mahasiswa, dan Papua satu mahasiswa.Dari total penerima beasiswa tersebut, 39 mahasiswa merupakan laki-laki dan 51 mahasiswa perempuan. Amalia mengatakan keberagaman asal daerah mahasiswa menjadi modal dalam membangun lingkungan akademik yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang perkebunan sawit.Menurut dia, mahasiswa penerima beasiswa BPDP memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya berasal dari keluarga pekebun sawit. Mereka diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali berkontribusi terhadap pembangunan sektor perkebunan.“Mahasiswa BPDP sesungguhnya kita sedang berbicara tentang anak-anak petani sawit yang nantinya akan kembali menjadi bagian dari pembangunan industri sawit itu sendiri,” ujarnya.Sementara itu Wakil Rektor I Unilak Assoc Proesor Dr Zamzami dalam pesannya mengatakan Selamat datang 90 mahasiswa terbaik penerima Beasiswa SDM Sawit BPDP Tahun 2026 di Universitas Lancang Kuning.Tahun ini Unilak mendapat kepercayaan besar. Tahun lalu 60 mahasiswa, tahun ini naik menjadi 90 mahasiswa dari 6 provinsi, 66 diantaranya putra-putri terbaik Riau. Ini adalah bukti bahwa Unilak dipercaya negara untuk mencetak Generasi Emas Sawit Indonesia.Adik-adik sekalian, kalian bukan mahasiswa biasa. Kalian adalah anak-anak pekebun, kalian adalah masa depan sawit berkelanjutan. Sawit ini adalah komoditas strategis nasional, penopang ekonomi Riau dan Indonesia. Maka kuliah di Agribisnis, Agroteknologi dan THP ini harus sungguh-sungguh.Fakultas Pertanian Unilak telah menyiapkan rangkaian kegiatan TUNAS 2026 atau Temu Orientasi Universitas dan Adaptasi Mahasiswa sebelum mahasiswa memasuki perkuliahan. Rangkaian tersebut meliputi penerimaan mahasiswa, adaptasi lingkungan kampus dan asrama, pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter, hingga persiapan akademik.Sebanyak 90 mahasiswa Unilak juga mengikuti pembinaan mental, fisik, disiplin dan karakter selama lima hari empat malam di Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti, Salo, Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut diikuti 715 mahasiswa penerima beasiswa BPDP dari lima perguruan tinggi penyelenggara.Setelah kegiatan penyambutan, mahasiswa akan mengikuti matrikulasi pada 6 Oktober, kegiatan mahasiswa baru Unilak pada 7-8 Oktober, outbound pada 10 Oktober, dan kuliah perdana pada 12 Oktober 2026.Amalia menegaskan Fakultas Pertanian Unilak menargetkan seluruh mahasiswa penerima beasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan. “Ibu minta komitmen kalian, 90 orang masuk, 90 harus jadi sarjana,” tegasnya.Ia juga meminta mahasiswa menjaga integritas dan memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk mengembangkan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi, digitalisasi, bahasa, manajemen dan kewirausahaan.Fakultas Pertanian Unilak, kata Amalia, juga menyiapkan program pengembangan kemampuan bahasa Inggris dan Mandarin serta kegiatan kepemimpinan dan kewirausahaan bagi mahasiswa penerima beasiswa.Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung mengatakan mahasiswa penerima beasiswa BPDP harus memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk memahami persoalan industri sawit secara lebih luas. Ia meminta mahasiswa tidak minder karena berasal dari keluarga petani sawit. Menurut Dr. Gulat, latar belakang tersebut justru menjadi modal untuk memahami persoalan perkebunan dari tingkat petani.“Anak petani sawit jangan berkecil hati. Anak petani sawit setara,” kata Dr. Gulat.Dr. Gulat mencontohkan sejumlah pengurus muda APKASINDO yang berasal dari keluarga petani sawit dan kini telah menempuh pendidikan tinggi serta terlibat dalam kegiatan organisasi hingga tingkat internasional. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peran di sektor sawit, baik melalui penelitian, organisasi, dunia usaha maupun pemerintahan.
Mahasiswa
2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas & Beasiswa Sawit
Unilak Riau - PEKANBARU - Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Kegiatan dibuka langsung Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS di lapangan bola Unilak, Rumbai, Rabu (8/10/2026) di PKKMB Unilak 2026 tahun ini menjadi sorotan karena Unilak kembali menegaskan diri sebagai kampus inklusif dengan menerima mahasiswa disabilitas. Selain itu, Unilak juga menerima 90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDPKS tahun 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir mewakili Gubernur Riau, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Erisman Yahya MH memberikan apresiasi. Menurut Erisman, Unilak telah menjadi contoh kampus swasta yang berperan besar dalam pembangunan SDM di Riau.Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah memilih Universitas Lancang Kuning sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan dan menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi.Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa mengingat tujuan utama berada di perguruan tinggi, yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan.“Mahasiswa semua berangkat dari rumah dengan niat untuk menuntut ilmu. Jangan sampai waktu selama kuliah justru banyak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Banyak pengaruh dari lingkungan maupun perteman” pesannya.Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membekali diri dengan keterampilan atau skill sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.Setiap tahunnya Pemprov Riau berkomitmen menyiapkan beasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pada tahun ini Pemprov Riau juga memberikan dukungan melalui program Beasiswa Sawit.“Alhamdulillah, sekitar 90 mahasiswa di Universitas Lancang Kuning mendapatkan Beasiswa Sawit. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini semakin memberikan semangat kepada semua untuk terus belajar"Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh mendorong pendidikan tinggi. 2.900 mahasiswa baru Unilak hari ini adalah aset daerah Bumi Lancang Kuning yang harus kita jaga dan dukung bersama," tegas Erisman Yahya.Sementara itu Rektor Unilak Prof Junaidi menyampaikan kebanggaan atas bergabungnya mahasiswa baru tahun ini. Menurutnya, Unilak kini tidak hanya menjadi kampus hijau dan kampus budaya, tetapi juga kampus bersahabat (green, multikultural, friendly) yang inklusif dan ramah disabilitas. Di hadapan ribuan mahasiswa baru Prof Junaidi juga memperkenalkan jajaran pimpinan Universitas yang hadir Wakil Rektor I Assoc Prof Dr Zamzami, Wakil Rektor II Assoc Prof Dr Jeni Wardi, Wakil Rektor III Dr Hardi serta seluruh pimpinan fakultas. "Unilak memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk sahabat-sahabat disabilitas," ujar Prof Junaidi.Di kesempatan itu Rektor berdialog dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan memperkenalkan seluruh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Pelaksanaan PKKMB berlangsung dengan riang gembira, mahasiswa baru tampak senang dan menikmati kegiatan yang berlangsung tiga hari 7-9 Oktober 2026.Kegiatan diisi dengan kegiatan positif, diantaranya gerakan anti narkoba, literasi anti perundungan, kegiatan pencegahan kekerasan seksual, dan literasi keuangan dari bank Indonesia. Tahun ini Unilak kembali menerima mahasiswa disabilitas melalui jalur istimewa. Sejak 2022, Unilak konsisten membuka akses bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas (PLPD), pendamping bahasa isyarat, serta Prodi Pendidikan Khusus.Mahasiswa baru tahun ini sangat beragam, berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jawa, NTT, hingga Papua."Unilak adalah kampus hijau, kampus budaya, dan kampus bersahabat yang inklusif. Kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa, termasuk sahabat disabilitas," kata Prof Junaidi.Sementara Presiden Mahasiswa Unilak Desman Anugrah Natahulu menyambut hangat keluarga baru tersebut. "Kami mengucapkan selamat datang kepada adik adik mahasiswa baru, terimakasih atas dukungan Rektor, Polda Riau, BNN kota Pekanbaru dan para Mitra yang bergabung dalam mensukseskan pkkmb Unilak 2026.Sementara itu Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Dr Wawan SH MH menyampaikan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan.Karena itu, upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga harus diperkuat dengan edukasi dan kepedulian bersama.“Mahasiswa harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu, pergaulan maupun bujuk rayu justru menghancurkan masa depan,” Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.Menurutnya, lingkungan yang sehat dan kepedulian antarsesama menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman narkotika.
Mahasiswa
Penguatan Internasionalisasi Bahasa Indonesia, Balai Bahasa Unilak Hadiri Kumpul Komunitas BIPA Se-Riau 2026
PEKANBARU — Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning (Unilak) menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia melalui partisipasi aktif pada ajang Kumpul Komunitas BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Se-Provinsi Riau 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Zaini Kunin, FKIP Universitas Islam Riau (UIR), pada Kamis (20/8/2026).Mengusung tema “Menguatkan Peran Bahasa Indonesia di Panggung Global”, agenda ini menjadi wadah silaturahmi, unjuk kebolehan, sekaligus sarana kolaborasi antarpenyelenggara dan mahasiswa BIPA dari berbagai perguruan tinggi di Riau.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum., serta Ketua Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) Riau, Dr. Dahnilsyah, M.A. Kehadiran para tokoh ini memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendorong program pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing di wilayah Riau.Kepala Balai Bahasa Unilak, Dr. M. Fadhly Farhy Abbas, M.Pd., hadir langsung mendampingi para pemelajar BIPA bersama salah satu pengajar BIPA dari Universitas Lancang Kuning, Tatum Derin, S.Pd., M.Phil. Dr. Fadhly menyampaikan bahwa ajang ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring serta memperkokoh posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan internasional.“Kehadiran para mahasiswa asing dalam kegiatan ini membuktikan bahwa minat masyarakat dunia untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia terus meningkat. Balai Bahasa Unilak berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mengembangkan program BIPA agar bahasa Indonesia semakin bergema di tingkat global,” ujar Dr. Fadhly di sela-sela kegiatan.Acara Kumpul Komunitas BIPA 2026 diisi dengan berbagai penampilan seni dan perlombaan budaya yang dibawakan oleh para pemelajar asing. Beberapa kegiatan unggulan yang digelar antara lain parade budaya, penampilan pantun, puisi, pidato, bercerita, hingga bernyanyi dalam bahasa Indonesia. Penampilan para peserta dinilai langsung oleh tim juri kompeten, salah satunya Dr. Evizariza, M.Hum.Kehadiran mahasiswa asing dari berbagai negara yang mengenakan pakaian khas daerah dan memamerkan kemahiran berbahasa Indonesia menambah keseruan agenda tahunan ini. Sesi foto bersama para peserta, dewan juri, dan pendamping dari Balai Bahasa Unilak turut menutup rangkaian kegiatan dengan penuh kehangatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antarlembaga BIPA se-Provinsi Riau dapat terus terjalin erat demi mendukung visi penguatan bahasa Indonesia di kancah internasional.
Mahasiswa
Perkuat Pemahaman Budaya dan Kebangsaan, Pemelajar BIPA Unilak Ikuti Bimtek Wawasan Keindonesiaan
PEKANBARU — Dalam upaya memperdalam pemahaman kebudayaan serta nilai-nilai kebangsaan bagi mahasiswa asing, Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikutsertakan pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Wawasan Keindonesiaan bagi Pemelajar BIPA se-Provinsi Riau. Kegiatan ini berlangsung di Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026).Agenda bimtek ini dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif mengenai sejarah, budaya, kearifan lokal, serta nilai-nilai dasar keindonesiaan kepada para mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Riau.Kepala Balai Bahasa Unilak, Dr. M. Fadhly Farhy Abbas, M.Pd., hadir mendampingi langsung para mahasiswa asing Unilak bersama salah satu pengajar BIPA Unilak, Tatum Derin, S.Pd., M.Phil. Dr. Fadhly menyampaikan pentingnya pembekalan wawasan keindonesiaan ini sebagai pelengkap dari pembelajaran bahasa di dalam kelas.“Pembelajaran BIPA tidak hanya sekadar menguasai tata bahasa atau kosakata, tetapi juga memahami konteks budaya dan nilai kebangsaan Indonesia. Melalui bimtek ini, para pemelajar BIPA Unilak diharapkan dapat lebih mudah beradaptasi, memahami masyarakat lokal, serta menjadi duta yang mengenalkan keharmonisan Indonesia saat kembali ke negara asal mereka,” ujar Dr. Fadhly.Selama kegiatan, para pemelajar BIPA bersama jajaran tim pengajar antusias mengikuti paparan materi dari para narasumber, diskusi interaktif, hingga pemutaran tayangan edukatif mengenai keberagaman budaya Nusantara dan kearifan lokal Riau. Mahasiswa asing Unilak yang mengenakan almamater kuning tampak aktif berinteraksi serta bertukar pengalaman dengan sesama pemelajar asing dari kampus lain. Dengan diselenggarakannya Bimtek Wawasan Keindonesiaan ini, Balai Bahasa Unilak berkomitmen untuk terus mendukung program internasionalisasi kampus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga inklusif dan berwawasan budaya.
Mahasiswa
Balai Bahasa Unilak Gelar Kursus Intensif Bahasa Inggris untuk Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP 2026
PEKANBARU – Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning (Unilak) sukses menyelenggarakan Kursus Intensif Kemahiran Bahasa Inggris bagi mahasiswa Fakultas Pertanian Unilak penerima beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Program intensif ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai 13 Juli hingga 2 September 2026, dan dipusatkan di Gedung Balai Bahasa Unilak. Kursus ini dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa penerima beasiswa BPDP. Fokus utamanya adalah penguatan empat keterampilan berbahasa Inggris, yaitu listening, structure & written expression, reading comprehension, serta persiapan menghadapi ujian kemampuan bahasa atau English proficiency test. Selama pelatihan, peserta dibimbing langsung oleh tiga tutor profesional Balai Bahasa Unilak. Mereka adalah Dr. M. Fadhly Farhy Abbas, M.Pd. selaku Kepala Balai Bahasa Unilak, Sunengko, S.Pd., M.Pd. selaku Sekretaris Balai Bahasa Unilak, dan Edward, S.S., M.Hum. selaku Dosen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Unilak. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif di ruang laboratorium bahasa agar mahasiswa lebih aktif dan percaya diri. Kepala Balai Bahasa Unilak, Dr. M. Fadhly Farhy Abbas, M.Pd. menegaskan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi SDM di sektor pertanian dan perkebunan. "Sebagai mahasiswa penerima beasiswa BPDP, mereka disiapkan menjadi SDM unggul di sektor perkebunan dan pertanian. Balai Bahasa Unilak hadir untuk memastikan mereka tidak hanya unggul dalam ilmu keahlian, tetapi juga mahir dan percaya diri berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di kancah internasional," ujarnya. Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta selama mengikuti setiap sesi instruksional. Materi yang diberikan tidak hanya berbasis teori, tetapi juga dilengkapi simulasi soal dan praktik langsung agar mahasiswa siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional. Dengan selesainya program intensif ini, Balai Bahasa Unilak berharap para mahasiswa Fakultas Pertanian penerima beasiswa BPDP dapat mengaplikasikan kemampuan bahasa Inggrisnya untuk mendukung studi, publikasi ilmiah, hingga karier di perusahaan berskala nasional maupun internasional. Ini sejalan dengan komitmen Unilak sebagai "Kampus Kebanggaan Masyarakat Riau" dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing global.
Mahasiswa
Top, Mahasiswa FIB Raih Prestasi ASEAN Theatre 2025 di UI
Unilak Riau - Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali mengharumkan nama kampus dan Riau. Pada ajang Sagara ASEAN Theatre 2025 yang digelar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada 18–22 November 2025 di Kampus UI Depok, Tim Teater FIB Unilak berhasil meraih Juara Umum II. Prestasi ini menegaskan bahwa kreativitas anak-anak Riau mampu bersaing di antara kampus besar ASEAN.Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena ini merupakan kali pertama FIB Unilak mengikuti festival teater tingkat ASEAN yang diikuti berbagai perguruan tinggi ternama. Keterbatasan pengalaman tidak membuat para mahasiswa gentar. Mereka justru menunjukkan bahwa kerja keras, kekompakan, dan keyakinan pada kekuatan lokalitas dapat menghasilkan karya yang menggugah.Menurut Elsa Dwiyanti, Pimpinan Produksi pementasan “Baginda Sultan”, prestasi ini tidak datang tanpa usaha panjang yang melelahkan. Selain meraih Juara Umum II, tim FIB Unilak juga membawa pulang penghargaan Pemeran Pria Terbaik, Best Supporting Aktor Pria, dan Penata Busana Terbaik. “Kami bersyukur dengan hasil ini. Event ini adalah event perdana kami. Tapi justru karena pertama kali, semangat kami semakin besar untuk memberikan yang terbaik,” ujar Elsa penuh bangga.Sementara itu, Muhammad Kafrawai, dosen pembimbing yang ikut mendampingi mahasiswa, menyampaikan rasa puas dan bahagia atas pencapaian tersebut. Baginya, prestasi ini bukan hanya soal menang lomba, tetapi tentang proses panjang yang membentuk karakter mahasiswa. “Mereka bekerja keras, saling menguatkan, dan berani bersaing dengan kampus besar. Ini ruang kreativitas yang membentuk sikap, mental, dan kepribadian mereka sebagai seniman muda.”Kafrawai juga menegaskan bahwa kesuksesan mahasiswa FIB Unilak dalam ajang Sagara ASEAN Theatre 2025 merupakan bukti bahwa seni teater di Riau tidak kalah daya saing. Ia meyakini bahwa potensi besar mahasiswa FIB akan terus berkembang jika diberi ruang, bimbingan, dan kepercayaan.Festival ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan pertemuan budaya dan pertukaran gagasan antar generasi muda dari berbagai wilayah. Tim “Baginda Sultan”, dengan nuansa Melayu Riau yang kuat, ikut memperkaya ragam karya teater yang tampil. Sorotan penonton terhadap estetika, busana, dan karakter Riau membuat tim Unilak semakin percaya diri.Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa FIB Unilak untuk terus berkarya dan mempertahankan identitas budaya dalam setiap pementasan. Bagi mereka, panggung bukan sekadar ruang ekspresi, tetapi tempat memperjuangkan marwah budaya, memperluas wawasan, dan memperkenalkan Riau ke mata dunia.Sementara itu Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM merasa bangga atas capaian tim mahasiswa FIB Unilak. Selamat untuk mahasiswa FIB, ini capaian yang membanggakan mengharumkan nama Riau. Kita mendorong mahasiswa lainnya dapat terus berprestasi dengan bakat dan bidang yang di gemari, dan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya.
Mahasiswa
Dekan Fasilkom Unilak Bawa Enam Mahasiswa "Terbang Tinggi" Ikuti Program Center of Excellence di Garuda Cyber!
Unilak Riau - Enam mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Lancang Kuning (Unilak) terpilih mengikuti Program Center of Excellence (CoE) di PT Garuda Cyber Indonesia. Dekan Fasilkom Unilak Dr Yogi Yunefri MKom mengatakan, program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang memungkinkan mahasiswa untuk menempuh pengalaman belajar langsung di dunia industri, bahkan berpeluang lulus tanpa menyusun skripsi tradisional. “CoE adalah program unggulan yang dirancang untuk mendekatkan dunia akademik dengan kebutuhan industri melalui pembelajaran berbasis praktik,” katanya, Selasa (6/5/2025). Ia menambahkan, program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung dalam proyek-proyek nyata di perusahaan mitra, seperti PT Garuda Cyber Indonesia. “Hasil kegiatan mereka bisa dikonversi sebagai tugas akhir, sehingga memungkinkan wisuda tanpa skripsi konvensional,” terang Dr Yogi. Program Center of Excellence merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Keenam mahasiswa Fasilkom yang mengikuti program ini akan menjalani pelatihan intensif, pendampingan proyek, serta penguatan soft skill dan hard skill yang relevan dengan dunia kerja saat ini. “Kami berharap dengan kolaborasi ini, menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berinovasi di dunia industri digital,” pungkasnya. Sementara itu Edi Purwanto dari Garuda Cyber Indonesia menyambut dengan baik program magang CoE dari Unilak khususnya fakultas ilmu komputer. program magang di perusahaan seperti dengan durasi yang tidak sebentar menjadi tantangan bagi mahasiswa dan juga Dudi dan tentunya menurut saya ini akan membawa banyak manfaat. "Saya berharap ke 6 mahasiswa ini nantinya sesuai dengan target atau output dari fakultas seperti bisnis digital menjadi ahli digital marketing, teknik informatika menjadi programer, dan sistem informasi menjadi Outout Analis. Nantinya mahasiswa ini akan kita bimbing dan push agar memenuhi kriteria dari kampus." Sebut Edy
Mahasiswa
Fun English Learning bersama Mr. Shane, Kursus Singkat di Universitas Lancang Kuning
Unilak Riau - Short course (kursus singkat) ini merupakan salah satu program tahunan Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning. Program ini merupakan wujud dari layanan dan komitmen Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning dalam bidang bahasa dan budaya. Pada kesempatan ini, Balai Bahasa berkolaborasi dengan dosen-dosen Bahasa Inggris Universitas Lancang Kuning dan beberapa pengurus asosiasi/lembaga bahasa dari pihak luar. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar bahasa Inggris langsung dari penutur aslinya dari USA yaitu Mr. Shane dan rekan-rekan. Materi yang disampaikan oleh Mr. Shane dan rekan-rekan adalah pembelajaran terkait Vocabulary, Pronunciation, American Culture, dan Fun English Learning,” tutur M. Fadhly Farhy Abbas, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Balai Bahasa Universitas Lancang Kuning yang kerap disapa Fadhly ini. “Harapannya, mahasiswa dapat lebih bersemangat dan aktif lagi dalam mempelajari bahasa Inggris guna meningkatkan kompetensi mereka terhadap salah satu bahasa internasional,” tutup Fadhly. Universitas Lancang Kuning sedang menerima mahasiswa baru. Pendaftaran mahasiswa baru gelombang 1 dibuka mulai dari 3 Januari 2025 hingga 1 April 2025. Mari daftarkan diri anda, dan bergabunglah di kampus kebanggaan masyarakat Riau.
Mahasiswa
Wakil Rektor III Unilak Buka Musyawarah Luar Biasa Himapeka Waradipa
Unilak Riau-Wakil Rektor III Unilak Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr Hardi SE MM membuka musyawarah luar biasa organisasi kemahasiswaan Himapeka Waradipa Unilak di aula gedung Rektorat, Selasa 9 Juli 2024. Kegiatan berlangsung hingga 11 Juli 2024.Turut hadir pendiri Mario Abdillah yang juga merupakan Komisioner Komisi Penyiaran Riau, dan Al Qudri dosen FADIKSI Unilak. Musyawarah luar biasa di ikuti oleh puluhan anggota Himapeka Waradipa dengan agenda pemilihan ketua baru, dan pembahasan AD ART organisasi kemahasiswaan. Plt Himapeka Waradipa Devi Armanda Nasution yang juga mahasiswi FIB Unilak mengucapkan dukungan terima kasih kepada pimpinan Unilak hingga terlaksananya agenda penting muswil. " Kami ucapkan terima kasih kapada Ayahanda Dr Hardi SE MM yang hadir mendukung musyawarah luar biasa Himapeka Waradipa, dan dukungan kakanda Mario Abdillah dan Kakanda Al Jufri yang hadir dan para senior lainnya. Selama ini kegiatan kami selalu mendapatkan dukungan dari pimpinan Unilak, tentu kami berharap kegiatan positif kedepannya kami dapat memberikan kontribusi bagi Unilak. Ujar Devi. Sementara itu Dr Hardi dalam pesannya berharap dalam agenda musyarawah luar biasa Himapeka Wardipa dapat berjalan dengan baik, terpilih ketua yang sesuai prosedur dan mampu meningkatkan visi Unilak menjadi universitas Unggul tahun 2023. " Kami ucapkan selamat untuk bermusyawarah. Himapeka Waradipa sebagai ormawa yang telah berdiri sejak tahun 90an telah memiliki eksistensi di Unilak, dan banyak melakukan kegiatan sosial, lingkungan, kaderisasi, kebencanaan dll. Kegiatan yang telah terlaksana dengan baik, harapannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan serta mampu menjaga nama baik Unilak di masyarakat luas. Buatlah program kerja hingga satu tahun kedepan, sehingga ada perencanaan yang berjalan dengan baik, bukan program yang dadakan." ujar Dr Hardi SE MM.
Wakil Rektor I Unilak Assoc Pro Sambut 90 Mahasiswa Penerima Beasiswa BPDP, Wabup Rohul Beri Kuliah Umum
Admin Humas Unilak • 2026-10-09
Fakultas Teknik UNIKS dan Fasilkom UNILAK Perkuat Kolaborasi Akademik
Admin Humas Unilak • 2026-10-09
2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas & Beasiswa Sawit
Admin Humas Unilak • 2026-10-08