Unilak

Sekolah Pascasarjana Unilak Tingkatkan Kapasitas Petani Muda melalui Pengendalian Hama-Penyakit Terpadu

Penulis: Administrator • 2024-10-26 10:13:30 • 402 kali dibaca
Mode Kilat (AMP)
Sekolah Pascasarjana Unilak Tingkatkan Kapasitas Petani Muda melalui Pengendalian Hama-Penyakit Terpadu

Unilak Riau ; - Siak, 24 Oktober 2024 — Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), tepatnya dari dosen S2 Ilmu Pertanian melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas petani muda dalam pengendalian hama dan penyakit secara terpadu guna mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini bertajuk “Peningkatan Kapasitas Petani Muda dalam Pengendalian Hama-Penyakit Terpadu untuk Pertanian Berkelanjutan” dan dilaksanakan di Aula SMKN 1 Bunga Raya. Mayoritas peserta adalah siswa SMKN 1 Bunga Raya yang tergabung dalam Sanggar Tani Muda, binaan BEM Fakultas Pertanian Unilak. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (24/10).

Dr. Indra Purnama, M.Sc, sebagai dosen pendamping kegiatan PPK Ormawa BEM Faperta Unilak, yang juga Dosen S2 Ilmu Pertanian, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda di sektor pertanian. “Pengendalian hama dan penyakit terpadu adalah esensi dari pertanian yang berkelanjutan. Sanggar Tani Muda ini tidak hanya bertujuan membekali para petani muda dengan pengetahuan, tetapi juga dengan keterampilan praktis yang akan sangat berguna untuk masa depan pertanian kita,” ujar Dr. Indra.

Program ini tidak hanya berupa pelatihan satu kali, tetapi direncanakan akan terdiri dari 6 sesi pertemuan, sebagaimana dirancang dalam modul kurikulum pembelajaran non-formal Sanggar Tani Muda yang dibentuk melalui kegiatan PPK Ormawa yang didanai Kemendikbudristek. Sesi-sesi ini akan membahas teknik-teknik pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan relevan dengan kondisi pertanian lokal.

Sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada peningkatan swasembada pangan, program ini mendapat respon positif dari para peserta. “Saya merasa sangat beruntung bisa ikut serta dalam pelatihan ini. Informasi dan praktik yang diajarkan sangat membantu kami dalam memahami cara menjaga tanaman tetap produktif,” kata Sindi, salah seorang siswa yang juga peserta.

Dengan modul kurikulum yang dirancang secara sistematis, Sekolah Pascasarjana Unilak berharap para petani muda di wilayah ini dapat berperan aktif dalam mengamankan ketahanan pangan nasional, sesuai dengan visi pemerintah.