Unilak

Sekolah Pascasarjana Unilak Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Semester Genap 2024/2025 Magister Pendidikan Teknologi

Penulis: nafi • 2025-01-20 10:10:20 • 1363 kali dibaca
Mode Kilat (AMP)
Sekolah Pascasarjana Unilak Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Semester Genap 2024/2025 Magister Pendidikan Teknologi

Unilak Riau – Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Program Magister Pendidikan Vokasi Keteknikan pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. 

Hal ini disampaikan oleh Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof Dr Adolf Bastian SPd MPd. Ia menjelaskan, program ini menawarkan gelar Magister Pendidikan Teknologi (M Pd T) dengan dua konsentrasi, yaitu Pendidikan Teknologi Informasi dan Pendidikan Teknologi Manufaktur dan Rekayasa.

“Pada konsentrasi Pendidikan Teknologi Informasi, mahasiswa dapat memilih fokus studi pada teknik pengembangan perangkat lunak atau teknik jaringan komputer dan telekomunikasi. Sementara itu, pada konsentrasi Pendidikan Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, tersedia pilihan bidang teknik mesin, teknik otomotif, dan teknik elektronika,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof Adolf memaparkan, untuk memfasilitasi kebutuhan mahasiswa, sistem perkuliahan dirancang fleksibel dengan dua opsi waktu, yaitu kuliah malam (offline) Senin hingga Kamis, serta hybrid pada Jumat dan Sabtu, memadukan kuliah online dan offline.

Sementara itu, untuk biaya pendidikan program ini dibagi berdasarkan semester dengan sistem cicilan sebagai berikut:

Semester 1:
Cicilan 1: Rp2,5 juta
Cicilan 2: Rp2,6 juta

Semester 2:
Cicilan 1: Rp3,3 juta
Cicilan 2: Rp3,2 juta

Semester 3:
Cicilan 1: Rp3 juta
Cicilan 2: Rp3 juta

Semester 4:
Cicilan 1: Rp3 juta

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka hingga 28 Februari 2025. Bagi calon mahasiswa yang berminat, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kontak resmi Sekolah Pascasarjana di 0853 7699 9573.

“Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi profesional di bidang pendidikan vokasi, dengan konsentrasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Prof Adolf.