Unilak Riau - Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus berkomitmen untuk mewujudkan inklusivitas di lingkungan kampus. Dalam upaya tersebut, Unilak secara resmi menerima 22 mahasiswa baru penyandang disabilitas pada tahun ajaran ini.
Langkah ini menjadi bagian dari tujuan Unilak untuk menciptakan kampus yang bersahabat dan ramah bagi semua kalangan.
Hal ini disampaikan oleh Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS M Hum PhD dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Unilak 2024. Ia menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran mahasiswa penyandang disabilitas. Beliau menekankan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dihargai dan didukung di lingkungan akademik.
“Sudah tiga tahun terakhir ini kami Universitas Lancang Kuning menerima mahasiswa disabilitas. Hari ini ada 22 saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang kuliah di sini,” katanya.
Prof Junaidi menambahkan, dalam setiap acara resmi pihaknya selalu menyediakan pendamping oleh juru bahasa isyarat sehingga memudahkan penyandang disabilitas untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang berlangsung.
“Mahasiswa disabilitas ini belajar bersamaan di satu kelas, tidak ada dipisahkan,” tegas Prof Junaidi.
Selain itu, Prof Junaidi juga mengajak civitas akademika untuk mendukung mahasiswa disabilitas karena mereka juga memiliki kehaliah dan kompetensi yang bisa digali.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Rektor juga memastikan semua mahasiswa disabilitas yang kuliah di Unilak akan mendapatkan beasiswa. “Kalau tidak dapat beasiswa, saya bebaskan uang kuliah untuk teman-teman disabilitas,” tuturnya.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa penyandang disabilitas untuk beradaptasi dengan baik dalam proses belajar mengajar. Selain itu, Unilak juga menyediakan layanan konseling dan pendampingan bagi mahasiswa agar mereka dapat mengoptimalkan potensi dan bakat yang dimiliki.
Saat ini, sudah terdapat sekitar 45 mahasiswa penyandang disabilitas yang berkulia di Unilak. Rektor juga memohon bantuan kepada berbagai pihak serta mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan beasiswa.
“Beasiswa untuk kawan-kawan disabilitas ini kalau tidak terpenuhi oleh APBN, beasiswanya kami berikan ke APBD. Kalaupun tidak APBD beasiswa dari rektornya langsung gitu. Itu komitemen bagi kami,” tukas Prof Junadi.
Selain itu, Unilak juga menyediakan fasilitas-fasilitas yang terus dikembangkan agar dapat memudahkan penyandang disabilitas. Prof Junaidi juga berharap, tidak terjadi perundungan di Unilak.
Unilak saat ini juga telah menyediakan relawan disabilitas dan membuka open recruitment bagi mahasiswa baru yang ingin menjadi relawan. Prof Junaidi menambahkan, pihaknya juga membuka diri untuk bermitra dengan perushaan-perusahaan agar mereka dapat diterima untuk magang dan bekerja.
“Kita ingin mereka mandiri secara ekonomi dan tidak bergantung kepada keluarga mereka di masa depan,” pungkasnya.