Unilak Riau – Pasangan suami istri sekaligus dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) yaitu Dr Hadinoto S Hut M Si dan Dr Eni Suhesti S Hut M Si berhasil lulus bersama dan meraih gelar doktor, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Keduanya menjalani ujian terbuka doktor di hari yang sama yaitu pada 22 Agustus lalu. Keduanya yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan dan Sains Unilak tersebut berhasil menyelesaikan program doktor Ilmu Pertanian di UMM.
Untuk menyelesaikan program doktor, Hadinoto melaksanakan penelitian berjudul Strategi Konservasi Burung pada Berbagai Tipe Habitat di Pekanbaru. Penelitian ini menyoroti peran penting burung dalam ekosistem dan mengamati dampak perubahan tutupan lahan di Provinsi Riau.
“Riau adalah provinsi yang sebagian besar didominasi oleh perkebunan monokultur, terhadap keanekaragaman burung, di mana burung adala indikator kesehatan lingkungan, sehingga keberagaman habit sangat penting untuk konservasi mereka,” kata Hadinoto, Jumat (30/8).
Dalam penelitiannya, Hadinoto mengidentifikasi 34 famili, 75 jenis, dan 2.244 individu burung di enam tipe habitat yang berbeda di Pekanbaru.
Ia berharap hasil penelitiannya bisa menjadi acuan untuk upaya konservasi burung bagi pemerintah, akademisi, peneliti, dan lain-lain.
“Strategi yang diusulkan mendukung pelestarian dan pemanfaatan peluang konservasi yang ada, serta memberikan rekomendasi dalam penyusunan peraturan terkait pelestarian burung di Pekanbaru dan sekitarnya.
Sementara itu, Eni Suhesti melaksanakan penelitian berjudul Model Rakitan Teknologi Peningkatan Kualitas dan Produksi Madu Apis mellifera L. dengan Pakan Acacia crassicarpa.
Penelitian Eni Suhesti ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan produksi madu dari lebah Apis mellifera di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dengan menggunakan tanaman Acacia crassicarpa sebagai sumber makan.
“Acacia crassicarpa adalah tanaman yang menghasilkan nektar sepanjang tahun dan sangat potensial untuk mendukung produksi madu,” ungkapnya.
Dijelaskan Eni, penelitian yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu survei komposisi dan produksi nektar pada berbagai usia tanaman, kemudian eksperimen pengaruh waktu panen dan umur tanaman terhadap kualitas dan produksi madu, lalu penyusunan model teknologi untuk peningkatan kualitas dan produksi madu.