PKM Unilak Lolos Pendanaan dari Kemendikbudristek 2026
PKM Unilak raih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek 2026 melalui inovasi teknologi untuk mendukung literasi siswa tunarungu.
Melalui gagasan tersebut, keduanya berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek Tahun 2026.
Sebelum itu, kamu tahu tidak ....
๐ท Habibi dan Ivan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer
PKM itu apa?
PKM merupakan salah satu program unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek)
Dalam beberapa tahun terakhir, integrasi kurikulum berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terbukti meningkatkan daya saing lulusan secara signifikan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis di ruang kuliah, melainkan juga kesempatan terjun langsung menyelesaikan problematika teknis di industri Mitra.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, UNILAK berkomitmen menghasilkan publikasi bereputasi serta hak kekayaan intelektual (HKI) yang dapat dimanfaatkan langsung oleh UMKM dan pemerintah daerah.
๐ท Penggunaan VR
PKM yang baik seperti apa ?
PKM yang baik ialah dapat menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat
Projek Habibi dan Ivan ini mengusung judul โAkselerasi Literasi Kognitif Siswa Tunarungu Melalui Ekosistem Realitas Tertambah dan Sistem Pemantauan Awan Terintegrasiโ.
Proyek tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dan sistem pemantauan berbasis cloud untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan pembelajaran siswa berkebutuhan khusus, khususnya tunarungu.
Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan, siswa tunarungu memiliki tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran karena keterbatasan dalam menerima informasi secara verbal. Meskipun berbagai metode pembelajaran telah diterapkan, masih terdapat kebutuhan akan media belajar yang lebih interaktif, visual, dan mudah dipahami agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.
Dalam dunia pendidikan inklusif, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi yang terus dikembangkan untuk membantu peserta didik berkebutuhan khusus memperoleh akses pembelajaran yang lebih baik. Teknologi mampu menjembatani berbagai keterbatasan yang ada serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif.
Melalui inovasi yang dikembangkan, tim mahasiswa Unilak berupaya menghadirkan sebuah ekosistem pembelajaran yang mampu mendukung peningkatan kemampuan literasi kognitif siswa tunarungu. Sistem tersebut dirancang agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan pendekatan visual yang lebih interaktif dibandingkan metode konvensional.
Augmented Reality (AR) menjadi salah satu teknologi utama yang digunakan dalam proyek ini.
Kenapa harus VR ?
Proyek ini juga mengintegrasikan sistem pemantauan berbasis cloud yang memungkinkan digital information tersimpan secara terpusat dan dapat diakses dengan mudah oleh guru maupun orang tua.
Sistem ini dirancang untuk memantau perkembangan siswa secara berkelanjutan sehingga proses evaluasi dapat dilakukan secara lebih efektif. Melalui sistem berbasis cloud tersebut, guru dapat melihat perkembangan kemampuan siswa berdasarkan aktivitas pembelajaran yang telah dilakukan. Data yang tersimpan sebagai digital experience dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Sementara itu, orang tua juga dapat mengetahui perkembangan belajar anak secara lebih mudah tanpa harus menunggu laporan berkala dari sekolah. Integrasi antara teknologi Augmented Reality dan sistem Cloud menjadi digital content serta keunggulan utama dari inovasi yang dikembangkan mahasiswa Unilak.
Apakah inovasi ini akan benar-benar membantu siswa/i berkebutuhan khusus?
Oleh karena itu, kehadiran teknologi yang mampu mendukung proses pembelajaran menjadi sangat penting dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.
Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak, Yogi Yunefri, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan PKM tahun 2026.
โKami mengapresiasi capaian mahasiswa Fasilkom Unilak yang berhasil lolos PKM 2026. Ini membuktikan kolaborasi antara teknologi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,โ ujar beliau di Pekanbaru.
Menurut Dekan Fasilkom, keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen Fakultas Ilmu Komputer Unilak dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berbasis teknologi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Fakultas terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai permasalahan sosial.
Beliau menilai bahwa keberhasilan mahasiswa tak lepas dari proses panjang yang telah dilalui mulai dari identifikasi masalah, penyusunan gagasan, perancangan solusi hingga penyusunan proposal yang kompetitif. Seluruh proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan riset, inovasi, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan mahasiswa di masa depan.
๐ท Dekan Fakultas Ilmu Komputer Unilak
Apakah ini berarti dapat memotivasi mahasiswa/i lain untuk terus berkreasi ?
Lebih lanjut, Yogi berharap inovasi yang tengah dikembangkan dapat terus disempurnakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pihak.
Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan pengalaman penelitian, serta memperluas dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat. Yogi juga memberikan apresiasi kepada dosen pembimbing yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses penyusunan hingga pengajuan proposal PKM. Peran dosen dinilai sangat penting dalam memberikan arahan dan masukan sehingga ide yang dikembangkan dapat disusun menjadi proposal yang matang dan memiliki nilai inovasi yang kuat.
โPeluang pendanaan seperti ini harus dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan riset yang berkualitas,โ katanya.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Lancang Kuning mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.
Pengembangan ekosistem Augmented Reality dan sistem pemantauan berbasis cloud menjadi langkah inovatif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi siswa tunarungu.
Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna, mahasiswa Unilak berupaya menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan pendidikan inklusif di Indonesia. Inovasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi siswa berkebutuhan khusus sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Lancang Kuning dalam mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan berbagai pihak inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di masa depan.
Ikuti & Terhubung di Media Sosial UNILAK
Dapatkan informasi resmi dan terupdate seputar kegiatan kampus.