Mahasiswa Riau Raih Juara Harapan I Tingkat Nasional, Habibi Ramadhan Harumkan Nama Universitas Lancang Kuning
PEKANBARU - Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau, Habibi Ramadhan, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Ia sukses menyabet gelar Juara Harapan I kategori Disabilitas dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2026 yang diumumkan secara virtual, Jumat (7/8/2026).
Keberhasilan ini diraih setelah Habibi melewati proses seleksi panjang dari tingkat universitas hingga akhirnya dipercaya mewakili Provinsi Riau. Pada malam puncak penganugerahan, ia tampil memukau bersama 54 perwakilan kampus se-Indonesia dengan mengenakan pakaian adat dalam sesi Pesona Budaya Nusantara.
Kado Istimewa HUT Riau dan Fasilkom
Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Unilak, Dr Sutejo, yang mendampingi Habibi selama sepekan di pusat, mengaku terharu atas capaian mahasiswanya tersebut. Menurutnya, prestasi ini datang di momen yang sangat spesial.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sleuruh pihak yang telah memberikan dukunga penuh selama proses kompetisi berlangsung. Sutejo berharap pencapaian Habibi mampu memacu semangat mahasiswa lainnya untuk terus berkarya.
"Kami ucapkan terima kasih atas dukungan pimpinan Unilak, Dekan Fasilkom, pemerintah, dan seluruh pihak. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya," harap Sutejo.
Bukti Nyata Kampus Inklusif
Apresiasi serupa juga datang dari Dekan Fasilkom Unilak, Assoc Prof Dr Yogi Yunefri. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa dengan keterbatasan fisik tetap memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional.
"Selamat untuk Habibi dan terima kasih atas dukungan para dosen. Mahasiswa kita memiliki kelebihan serta potensi untuk berkembang, dan ini dibuktikan dengan capaian prestasi nasional tersebut," paparnya.
Keikutsertaan dan kemenangan Habibi membawa pesan kuat tentang kesetaraan serta pentingnya inklusi dalam dunia pendidikan tinggi. Kehadirannya di panggung nasional membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi unggul, sekaligus diharapkan dapat mendorong perguruan tinggi lain untuk lebih membuka ruang bagi mahasiswa disabilitas. ***