Dosen FEB Unilak Bantu Cara Menghitung Balik Modal dan Untung Bagi Pelaku UMKM di Pekanbaru
Unilak Riau - Jumlah pelaku usaha di Indonesia yang mendekati 66 juta berdasarkan data Kadin di tahun 2023 menjadi salah satu penopang ekonomi di Indonesia.Berbagai tantangan berat pelaku usaha kecil didapatkan dalam menjalankan usaha, salah satunya berkaitan dengan bagaimana mengitung modal, keuntungan, dan kerugian.
Didasarkan pada hal diatas, Gusmarila Eka Putri dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (FEB Unilak ) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian Tri Darma Perguruan Tinggi yang sudah menjadi rutinitas dosen dalam kehidupan akademik.
Dikatakannya, bidang ilmu akuntansi adalah ilmu terapan yang berhubungan dengan seni pencatatan informasi ekonomi untuk menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh stakeholders dalam pengambilan keputusan. Dan ini yang kita ajarkan kepada pelaku UMKM di Pekanbaru. Usaha Kecil dan Menengah adalah sektor ekonomi yang masih banyak memerlukan dukungan baik dari permodalan, pembukuan, strategi pemasaran dan networking.
Gusmarila Eka Putri menjelaskan tema yang diangkat adalah Break Even Point sebagai strategi perencanaan laba jangka pendek pada Usaha Kecil dan Menengah. Break Even Point atau titik impas adalah keadaan dimana jumlah pendapatan sama dengan jumlah biaya. Artinya BEP adalah metode perhitungan dimana pelaku usaha tidak memiliki untung dan tidak merugi (balik modal). Dengan adanya perhitungan BEP pelaku usaha dapat menentukan kapasitas produk yang dihasilkan dan dijual untuk memperoleh keuntungan.
Kami memberikan pendampingan kepada salah satu UKM di wilayah Rumbai yaitu UKM Cahaya yang menghasilkan produk kerajinan Tanjak Melayu dan Sabuk Pencak silat. Hal ini penting mengingat UKM adalah sektor yang terbatas dalam permodalan, sehingga penting mengetahui apakah demand dari pelanggan dapat memberikan keuntungan atau tidak, sehingga UKM dapat membuat keputusan untuk menerima atau menolak sebuah demand”.
" Kita ingin dengan adanya kegiatan pengabdian ini pelaku usaha mendapatkan sistem keuangan yang baik dan usaha mereka dapat terus berjalan. Pelaku UKM Cahaya sangat mendukung adanya pendampingan dari dosen FEB Unilak, dan siap untuk bekerja sama dengan mitra secara continue, artinya kegiatan yang dilakukan memang dibutuhkan untuk peningkatan usaha mitra, yaitu UKM Cahaya." Sebut