Ket Foto :

Kolaborasi LPPM Unilak -PHR Dalam Program Bank Sampah Berbuah Manis dan Prestasi

Unilak Riau - Kolaborasi dan kerja keras antara LPPM Unilak Riau dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dalam bidang lingkungan berbuah manis dan prestasi. Melalui program Bank Sampah yang telah digagas berhasil mengatasi persoalan sampah di masyarakat, bahkan sampah bisa menjadi pundi-pundi rupiah.

Prestasi dan keberhasilan dalam program bank sampah yang dilakukan Unilak-PHR juga dirasakan oleh sekolah MI Ibnu Murbarok lewat Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al-Mubarok, dinyatakan sebagai juara 1 Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan dalam lomba Satuan Peduli Lingkungan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Agama Kota Pekanbaru.

Lomba sekolah peduli lingkungan diikuti lebih dari 50 sekolah dari semua jenjang pendidikan, penyerahan piagam pemenang langsung diberikan oleh Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs H Syahrul Maulidi MA yang diterima oleh kepala sekolah di kantor Kemenag Jalan Arifin Ahmad, pada 12 Januari lalu.

Ketua Yayasan Ulil Albab Al Ja'afariyah yang menaungi Madrasah Ibtidaiyah Ibnu Mubarok, Rinwiningsih,S.S saat dihubungi beberapa waktu lalu, merasa senang dan bahagia sekolahnya mendapatkan penghargaan dari Kantor Kemenag Pekanbaru.

" Kami mengucapkan terima kasih kepada LPPM Unilak dan PHR yang telah membantu Bank Sampah MI Ibnu Al Mubarok kian berkembang setelah mendapat program pendampingan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan LPPM Unilak."

Di sekolah kami Bank Sampah telah berdiri sejak tiga tahun lalu atau sekitar tahun 2020, namun di tahun 2021 atau setahun kebelakang kami mendapatkan dukungan dari LPPM Unilak dan PHR. 

" Disekolah ini ada program pengelolaan lingkungan dan menjaga kebersihan sekolah, ada namanya Jumat bersih, kami mendapatkan bantuan pembangunan Bank Sampah, bantuan mesin serta manajemen pengelolaan Bank Sampah. Sekolah kami memiliki program unggulan yaitu enterpreuner dan lifeskill." ucap Rinwiningsing.

Dijelaskannya, PHR dan LPPM Unilak sekaligus melakukan sosialisasi bank sampah kepada masyarakat sekitar pondok pesantren. Masyarakat diberi pemahaman tentang pengelolaan sampah serta menjadikan bank sampah sebagai solusi persoalan sampah di lingkungan sekitar.

"Awalnya sampah plastik dan sisa makanan menumpuk karena tidak ada upaya pengelolaan yang tepat. Di pondok pesantren ini ada santri yang mondok, ada limbah yang tidak bisa diangkut oleh pihak luar, sehingga memotivasi kami membuat program bank sampah, kemudian kami membuat program bank sampah melibatkan santri, dan saat ini terus berkembang. Sekolah ini juga menghasilkan Ecobrik, ada peternakan, kemudian budidaya magout, magout ini bisa menjadi pakan ternak." ujar Rinwiningsing.

Disebutkannya lagi, keberadaan bank sampah di sekolah selain mampu mengatasi persolan sampah serta menghasilkan uang, membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah. banyak yang datang kesekolah ini mulai dari instansi pemerintah, sekolah dan masyarakat umum.

Sementara itu Kepala LPPM Unilak Dr David Setiawan.ST.MT saat dihubungi mengucapkan selamat atas keberhasilan MI Ibnu Mobarok yang berhasil menjadi juara satu sekolah peduli lingkungan tingkat kota Pekanbaru yang diadakan Kemenag Pekanbaru.

" Saya sangat senang dan gembira sekolah binaan LLPPM Unilak bersama dengan PHR mendapatkan prestasi dalam program lingkungan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada PHR yang telah memberikan dukungan kepada LPPM, ucapnya, Sabtu, 21/01/2023

LPPM Unilak bersama dengan PHR telah memberikan kontibusi nyata kepada masyarakat, bahwa bank sampah bukan hanya sekedar menyelesaikan persoalan sampah di kota Pekanbaru dan Riau, namun juga berdampak kepada lingkungan yang ada di sekitar kita.

Dikatakan Dr David selain Bank Sampah Ibnu Mubarok, Bank Sampah Binaan Unilak dan PHR yang berada Duri juga mendapatkan prestasi yaitu Bank Sampah  Pematang Pudu Bersih yang dikelola oleh bapak Lambas Hutabarat yang meraih Local Heroes saat peringatan HUT PHR ke 4.

" Untuk Program kedepan kami ingin untuk dapat lebih luas bisa menjangkau sekolah-sekolah lain di Riau, kemudian penguatan dalam Proklim, kemudian sekolah-sekolah adiwiyata. Generasi masa depan bangsa harus ditanamankan penguatan wawasan lingkungan dan berkelanjutan.