Ket Foto :

Dibuka Wakil Rektor II Unilak, Ratusan Mahasiswa Unilak Ikuti Proklim KKN Tematik

Unilak Riau-Wakil Rektor II Unilak Dr Jeni Wardi membuaka workshop Edukasi Proklim Menuju Terbentuknya KKN Tematik dengan tema Perubahan Iklim Sebagai Kontribusi Terhadap Nationali Determined Contribution (NDC). Selasa 4-6 Juni 2024 di hotel Grand Zuri Pekanbaru.

Kegiatan workshop edukasi proklim bekerjasama dan mendapatkan dukungan dari Kementerian KLHK dan Hanns Seidel Foundation Indonesia, sebagai peserta yaitu 200 mahasiswa Unilak, dengan narasumber Dirjen PPI KLHK Ir Noer Adi Wardojo.M,Sc, Saiful Hak LPPM Universitas Negeri Padang, Balaui PPI Pekanbaru, Penggerak Proklim, dan sejumlah dosen dan  para peneliti. Turut hadir SesDitjenPPI KLHK Agus Rusly, Dekan FIA Unilak, Manggala Agni dan lain lain.

SesDitjen PPI KLHK Agus Rusly dalam sambutannya memberikan penghargaan setinggi untuk Unilak atas kolaborasi pengendalian perubahan iklim. Ada beberapa hal yang ingin disampaikan tentang perubahan iklim tingkat nasional. Berdasarkan data BNPB bulan Mei hampir 800 bencana, kejadian bencana didominasi hydrometrologi, banjir karhutla, gelombang pasang, dan kekeringan ini sekitar 98persen, dan bencana geologi 1,2 persen. Pengendalian Karhutla kita berhasil, tingkat Kahutla di tahun 2023 hingga awal 2024 bisa ditekan, dan ini disyukuri.


Untuk perubahan klim, Indonesia punya target penurunan emisi rumah kaca 29 persen, di Internasional, Indonesia bersama 10 negara dunia menjaga supaya kenaikan susu global dibawah 1,5 derajat celsius. Para ilmuwan dan akedemisi telah memiliki informasi dan sientec dan menjadi informasi kebijakan global untuk mengurangi gas rumah kaca. Melalui program proklim tiga KKN Tematik, sangat membantu sekali dengan menggandeng perguruan tinggi melalui pengabdian penelitian, pengajaran dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi. Ujar Wardojo

"KKN tematik sudah dicanangkan. dan ini salah satu langkah strategis mengajak perguruan tinggi untuk implementasi perluas pencegahan perubahan iklim, dengan demikian KKN tematik memiliki kontribusi yang nyata.  Mahasiswa menjadi penghubung antara pelaksanaan aksi mitigasi di lapangan, bisa saling asih asah asuh sangat memudahkan kita untuk mendapatkan informasi cepat, akurat, dan terpercaya. Melalui workshop ini kita saling sinergi berkolaborasi mencapai tujuan nasional, mampu mengatasi perubahan iklim dan berupaya mensejahterakan kehidupan masyarakat.

Sementara itu perwakilan HSF Indonesia Nila Puspita mengatakan, kami organisasi nirlaba yang berpusat jerman, dan berada lebih dari 54 negara, bersifat pendidikan, workhsop, fgd dan lain lain. Di Indonesia kami berdiri sejak 1993, kami telah bemitra dengan KLHK Dirjen PPI, kegiatan telah banyak kami lakukan terkait perubahan iklim, ada di Sumsel, Sulsel, Kalimantan, Jawa, dengan perguruan tinggi kami bersama dengan Universitas Hasanuddin dan Unilak.

" Kami sangat senang bekerjasama dengan Dirjen PPI KLHK, dan memberikan kontribusi pada perubahan Iklim Indonesia. Di Unilak kami canangkan Green kampus dan mewujudkan dimasa datang, dan mendukung KKN tematik. Kegiatan ini adalah awal menuju KKN tematik, diharapkan mahasiswa dapat mengekspos baik teori dan kegiatan dilapangan, sehingga mereka bebas memilih  kurikulum merdeka belajar yang di gagas Dikti. Mahasiswa harus penting dan memahami perubahan iklim dimasa depan adik-adik adalah calon pemimpin masa depan, sehingga mahasiswa harus dibekali dengan pengetahuan mitigasi tentang perubahan iklim. Saya ucapkan terema kasih FIA Unilak dan tim sehingga berjalan dengan baik." Tutup Nila.

Sementara itu Wakil Rektor II Unilak Dr Jeni Wardi memberikan dukungan pelaksanaan workshop perubahan Iklim. Saya harap adik-adik mahasiswa dapat mengikuti dengan baik. Terima kasih telah menggandeng Unilak dan melibatkan generasi mahasiswa, kami sebagai penyelenggara Unilak sangat apresiasi, kerjasama ini dapat terus diperkuat.

" Menurut saya keterlibatan mahasiswa dalam perubahan iklim adalah spesial, karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan, mahasiswa akan berinteraksi ke masyarakat maka bisa program pencegahan perubahan iklim dapat disebarkan luaskan." ujar Dr Jeni Wardi